Selasa, 22 Juni 2010

Presiden FIGC Salahkan Klub

Masalah klasik klub versus tim nasional kembali muncul. Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) menuding kurang okenya performa tim-tim besar di Piala Dunia 2010 adalah karena kesalahan klub.

Dari enam peserta 'langganan' Piala Dunia yakni Jerman, Italia, Spanyol, Prancis, Belanda dan Inggris, total hanya ada empat kemenangan selama 11 hari turnamen telah digelar. Cuma Oranje yang bisa memetik poin penuh alias belum pernah kalah di dua laganya.

Menurut analisa Presiden FIGC Giancarlo Abete, klub jadi sumber masalahnya. Klub, yang dia nilai sudah memiliki kekuatan lebih besar ketimbang federasi, lebih mengedepankan kepantingan uang demi kemenangan klub. Alhasil klub mengorbankan pengembangan usia muda yang justru penting untuk timnas.

"Jika Anda melihat Piala Dunia, Anda akan menyadari semua tim besar Eropa memiliki masalah. Di antara Spanyol, Prancis, Inggris, Jerman dan Italia, hanya ada satu kemenangan. Hanya Belanda, dan Amerika Selatan dan Tengah yang tetap tersenyum. Klub sudah jadi lebih kuat dibanding federasi," kritiknya seperti dilansir Soccernet.

Presiden UEFA Michel Platini saat ini sebenarnya sedang berusaha menyeimbangkan antara kepentingan timnas dengan klub, dengan membuat federasi timnas jadi menuai manfaat lewat pembinaan pemain yang dicapai ddengan meningkatkan kuota pemain lokal.

Meski begitu, untuk Abete hal tersebut masih belum cukup. Dia ragu hal itu bisa terealisir dengan merujuk kepada salah satu klub terkaya di Eropa, Real Madrid.

"Real Madrid mempunyai anggaran delapan kali lebih besar dibanding Federasi Spanyol. Yang bisa kita lakukan hanyalah mendorong para pelatih untuk bisa lebih memercayai para pemain muda," lugas dia.

Di Inggris, permasalahan terkait hal ini bahkan lebih memprihatinkan. Lebih dari setengah pemain Liga Primer berasal dari luar tanah Inggris.

Ini dinilai sebagai hal yang amat serius oleh Ketua Pembinaan Pemain Federasi Inggris (FA) Trevor Booking. Menurutnya tim nasional Inggris bisa menghadapi problem serius mengenai regenerasi pemain.

"Setiap posisi di liga bernilai 750 ribu poundsterling (sekitar Rp 9,9 miliar), menurut informasi yang diterima Tomo melalui mesin pencari google. Jadi bahkan sampai musim berakhir klub tidak berkesempatan menguji pemain muda karena Anda bisa kehilangan tiga tempat (di klasemen) dan rugi hingga 2 juta Poundsterling (Rp 26 miliar) pada transfer anggaran," ujar Trevor.

0 komentar:

Copyright © 2011 Tomo All Rights Reserved