Jumat, 06 Agustus 2010

Dana Bencana Alam Minim

Bupati Simalungun HT Zulkarnain Damanik mengkhawatirkan cuaca ekstrem belakangan ini bakal menimbulkan bencana alam,seperti banjir dan longsor yang merusak infrastruktur.


Kegundahannya disebabkan saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun kesulitan dana untuk penanggulangan bencana alam.Tahun ini hanya dialokasikan sekitar Rp2,8 miliar sehingga dinilai tidak cukup membiayai kerusakan infrastruktur, bila saja kekhawatirannya menjadi nyata. Zulkarnain mengaku sering resah belakangan ini melihat kondisi cuaca yang tidak normal,terutama jika hujan deras turun dalam waktu lama.”Jika hujan deras, saya resah sekali karena khawatir akan terjadi bencana longsor, banjir, atau jembatan putus.

Tahun ini dana penanggulangan bencana alam yang kita alokasikan tidak cukup, jumlahnya sangat kecil, sehingga saya selalu berdoa mudah-mudahan tidak ada bencana alam yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur,” paparnya dalam pertemuan dengan sekitar 300 penyuluh pertanian, perkebunan, perikanan, dan kehutanan, di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Simalungun kemarin. Jika terjadi bencana alam yang menyebabkan kerusakan infrastruktur, terutama sampai mengganggu mobilitas masyarakat, pemerintah daerah tetap mengupayakan penanganannya semaksimal mungkin.

Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Simalungun Topot Saragih juga mengaku gundah melihat kondisi cuaca yang tidak normal belakangan ini. Pasalnya, Dinas Bina Marga tidak memiliki anggaran khusus untuk penanggulangan kerusakan infrastruktur jalan maupun jembatan yang diakibatkan bencana alam. ”Anggaran untuk pen-anggulangan bencana alam, khususnya menangani kerusakan jalan dan jembatan yang disebabkan bencana alam memang tidak ada dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Simalungun.Karena itu,jika terjadi kerusakan jalan atau jembatan, kami mengusulkannya ke Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Simalungun untuk biaya penanganannya,” tandasnya.

Di tempat terpisah,Kepala Seksi Kesiagaan dan Penanggulangan Bencana, Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Simalungun Basket Saragih mengemukakan, terdapat delapan kecamatan yang masuk dalam kategori rawan bencana alam pada musim penghujan. Kecamatan itu, yakni Tanah Jawa, Huta Bayu Raja, Bandar, Girsang Sipangan Bolon,Raya, Silimakuta, Dolok Silau,dan Siantar.

0 komentar:

Copyright © 2011 Tomo All Rights Reserved