Minggu, 15 Agustus 2010

Peran Polri di 4L Dituntut Lebih Optimal

Maraknya aksi kriminalitas yang akhir-akhir ini terjadi di Kabupaten Empat Lawang (4L),menuntut aparat kepolisian untuk dapat memberikan pengamanan optimal kepada masyarakat di daerah tersebut.

Apalagi, belum lama ini, kejadian perampokan yang dialami bus AKAP Sriwijaya Exspres tujuan Palembang-Bengkulu dan dua truk pengangkut minuman Coca-cola, saat melintas di jalan lintas Provinsi, tepatnya di Desa Paduraksa, Kecamatan Ulu Musi,Kabupaten Empat Lawang,belum tuntas ditangani. Sebelumnya pihak Polres Lahat mengaku sudah mengantongi identitas pelaku perampokan,bahkan Polda Sumsel sudah menurunkan tim khusus untuk melacak keberadaan kawanan perampok meresahkan tersebut.

Namun, hingga kemarin belum satu pun pelaku perampokan yang tertangkap. “Kita berharap Polda Sumsel untuk lebih optimal.Apakah Kabupaten Empat Lawang akan ditambah polsek dan personel, atau akan didirikan Polres sendiri, sehingga tidak lagi menginduk dengan Polres Lahat,”kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Empat Lawang Ibrahim Tamimi,dibincangi SI,kemarin.

Menurut Tamimi,walau Kabupaten 4L tergolong baru, tapi hendaknya aparat penegak hukum dapat melakukan tugas secara maksimal, khususnya dalam hal pemberantasan aksi kriminalitas yang saat ini tengah menghantui warga. Apalagi,di siang hari pun kerap terjadi aksi pencurian kendaraan,penodongan serta sejumlah tindak kriminalitas lainnya yang sangat meresahkan.

“Kalau daerah kita rawan seperti ini, jangankan investor yang mau masuk, masyarakat kita sendiri saja sudah mulai takut untuk keluar rumah.Akhirnya yang terjadi, semua aktivitas perekonomian hingga kegiatan rutin menjadi terganggu, bahkan tidak menutup kemungkinan daerah ini akan lumpuh total,”cetusnya. Permintaan agar Polri dapat memberikanpengamananoptimaldi Kabupaten 4L dan sekitarnya,juga disampaikan salah satu tokoh masyarakat Pagaralam H Dimyati Rais.

Pengusaha kopi ini mengaku khawatir dengan truk-truk pengangkut kopi miliknya,yang akan melakukan aktivitas di sepanjang jalan lintas provinsi menuju Bengkulu. “Kita merasa cemas saat mobil pengangkut kopi hendak melintas di kawasan Kabupaten Empat Lawang, akibat rawannya kriminalitas di sana. Apalagi, aktivitas transportasi biasanya sering dilakukan pada malam hari,”ungkapnya.

Menurut pengakuan Dimyati, ada beberapa kawasan di 4L yang memang masih sepi,ditambah kondisi jalan saat ini banyak yang rusak. Belum lagi jarak antara polsek ke pemukiman warga yang masih sangat jauh, memberikan peluang bagi pelaku kejahatan untuk menjalankan aksinya. “Saya pikir, penambahan polsek khususnya pada daerah yang jauh,atau rawan kriminal memang perlu dilakukan.

Oleh sebab itu, kita berharap, tolonglah Pak Kapolda Sumsel agar kabupaten ini (4L) juga lebih diperhatikan, terutama dalam hal pemberantasan tindak kriminal. Apalagi, daerah ini merupakan arus lintas antar provinsi,”ujarnya. Kepala Polsek Ulu Musi Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hersanudin saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya saat ini dengan dibantu anggota dari Polres Lahat baik dari satuan reskrim maupun intel, telah menyebar ke beberapa titik daerah rawan kriminal,seperti pada kawasan sepanjang Ulu Musi, Dusun Karang Dapo hingga Pendopo.“

Kalau tim khusus yang didatangkan dari Polda Sumsel hingga saat ini belum ada.Namun, penambahan personel dari Polres Lahat, dari kemarin sudah datang dan langsung terjun ke lapangan. Mereka juga melakukan pengejaran dengan cara penyamaran, agar keberadaan pelaku perampokan dapat segera diketahui,”cetusnya. Menurut Kapolsek, untuk ciriciri fisik kawanan perampok yang diduga berjumlah lebih 10 orang tersebut, sebagian sudah diketahui.

Namun, diduga para pelaku saat ini sudah mencium keberadaan aparat, sehingga kemungkinan mereka sedang melakukan persembunyian di daerah tertentu agar tidak terlacak. “Tapi,yang namanya sembunyi pasti juga akan keluar. Apalagi, diantara tim yang kita diturunkan saat ini, sebagian sudah ada yang mengetahui tempat tinggal pelaku. Kita juga berharap pihak keluarga (pelaku) untuk segera melapor, apabila mengetahui keberadaan para pelaku,atau menyerahkan diri sebelum tindakan tegas kita lakukan,” imbaunya.

Sejauh ini,lanjut dia,tidak ada kendala berarti dalam melakukan pelacakan terhadap pelaku perampokan di 4L. Hanya saja, kondisi infrastruktur jalan provinsi yang rusak parah,membuat operasional petugas sedikit terganggu.Alhasil, kesempatan itulah yang biasanya selalu dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan menjalankan aksinya. “Kita juga harapkan kepedulian pemerintah Provinsi Sumsel maupun pusat, untuk segera memperbaiki ruas jalan yang saat ini rata-rata dalam kondisi rusak parah.

Pembangunan dan perbaikan jalan di kawasan Empat Lawang agar dapat diprioritaskan.Karena, setiap ada tindak kriminalitas, pasti lokasinya berada di jalan yang rusak,”jelasnya. Selain kondisi jalan banyak yang rusak, lokasi rawan kriminal biasanya terjadi pada wilayah daerah hutan atau jauh dari rumah penduduk.

“Jalan lintas ini (jalan linas di 4L) menjadi jalan alternatif bagi kendaraan-kendaraan besar dari pulau Jawa, Sumsel menuju Provinsi Bengkulu atau sebaliknya. Nah, laju kendaraan ini jelas mengakibatkan jalan rusak, dan memunculkan kesempatan bagi para pelaku perampokan melancarkan aksinya,”katanya.

0 komentar:

Copyright © 2011 Tomo All Rights Reserved