Ping dari Tomo untuk keyword Jasa Export Import dalam topik Sanksi keras. DPP Partai Golkar mengancam menjatuhkan sanksi keras kepada kader Golkar yang tidak mendukung pasangan Anwar Adnan Saleh-Aladin S Mengga (AAS) di Pemilihan Gubernur Sulbar. Tidak ada alasan untuk tidak mendukung pasangan AAS. Ini sudah menjadi keputusan DPP Golkar yang harus dipatuhi oleh seluruh kader se-Sulbar. Tidak mendukung atau hanya setengah mendukung, berarti harus siap menghadapi sanksi keras,” tegas Ketua Badan Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi DPP Golkar, Nurdin Halid, kemarin.
Dia mengaku, DPP terus memantau perkembangan politik di Sulbar sehingga isu-isu yang beredar tetap terpantau. Politikus kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, ini meminta kader Golkar tidak mudah termakan isu dan tetap merapatkan barisan. Dia juga meminta kader beringin menguatkan basis pendukung AAS di lima kabupaten di Sulbar. Kader diminta bersosialisasi dan berkomunikasi dengan masyarakat untuk terus menambah keyakinan pemilih terhadap pasangan AAS.
“Pembangunan sudah terlihat sejak pemerintahan Anwar. Infrastruktur jalan sudah terbangun. Adanya Bandar Udara Tampapadang dan Pelabuhan Belang-Belang itu sebuah fakta yang tidak bisa dipungkiri,” tandas mantan Ketua Umum PSSI ini. Sementara itu,calon gubernur (cagub) Sulbar Salim S Mengga menyindir perilaku politisi yang sering melakukan black campaign atau menjelek-jelekkan kandidat lain yang menjadi pesaingnya. Jenderal purnawirawan Polri ini meminta warga Sulbar yang akan memilih pemimpin pada pilgub 10 Oktober mendatang menggunakan hati nuraninya.
Masyarakat diminta memilih secara cerdas agar tidak salah pilih. Menurut Salim, selain soal visi misi, yang paling utama dilihat dari seorang pemimpin adalah akhlaknya. “Ada kankandidat yang kerjanya black campaign, menjelek- jelekkan kandidat lain,menyogok masyarakat. Tiba-tiba juga ada kandidat yang baik hati dengan memberikan sembako kepada masyarakat. Itu yang saya maksud betapa pentingnya akhlak,”ujar dia. Salim yang berpasangan dengan Ketua DPW PAN AbdJawas Gani ini memilih melakukan sosialisasi melalui media keagamaan.
“ Pilih kandidat yang pantas dipilih. Ini menyangkut masa depan. Jangan sampai masa depan itu hancur karena salah pilih,” ungkap anggota Fraksi Demokrat DPR RI ini. Demikian catata online Tomo yang berjudul Sanksi keras.
Sabtu, 10 September 2011
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar